Lia Istifhama Apresiasi Peran Strategis Muslimat NU di Harlah ke-80

avatar abadinews.id

abadinews.id, Surabaya - Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Lia Istifhama, menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-80 Muslimat NU. Momentum ini dinilai sebagai tonggak penting dalam memperkuat peran perempuan Indonesia dalam pembangunan bangsa yang berkelanjutan.

 

Baca Juga: Ning Lia Apresiasi Kinerja Mensos Gus Ipul Jaga Program Sosial di Tengah Efisiensi Anggaran

Dalam keterangannya, Lia menegaskan bahwa selama delapan dekade, Muslimat NU telah menjelma menjadi salah satu pilar utama kekuatan perempuan di Indonesia. Organisasi ini tidak hanya berfokus pada pemberdayaan sosial, tetapi juga konsisten membangun karakter perempuan yang berakhlak mulia serta berkontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan agama.

 

“Selamat Harlah ke-80 Muslimat NU. Semoga terus melangkah menjadi kekuatan perempuan yang berdaya, berakhlak mulia, dan memberi kontribusi nyata,” ujar Lia dalam pernyataannya.

 

Lebih lanjut, Lia menyoroti pentingnya peran perempuan dalam organisasi keagamaan. Menurutnya, keberadaan Muslimat NU memiliki posisi strategis dalam membangun tatanan masyarakat yang adil, sejahtera, dan bermartabat. Perempuan, kata dia, bukan hanya pelengkap, tetapi juga aktor utama dalam menciptakan perubahan sosial yang positif.

 

Baca Juga: Anggota DPD RI Lia istifahma Tegaskan: Pentingnya Nasionalisme dan Budaya sebagai Persatuan Bangsa

Ia juga menekankan bahwa nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah yang dipegang teguh oleh Muslimat NU menjadi fondasi kuat dalam menjaga moderasi beragama dan harmoni sosial di tengah keberagaman Indonesia. Nilai tersebut dinilai relevan dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks, terutama dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

 

Sebagai badan otonom perempuan di bawah naungan Nahdlatul Ulama, Muslimat NU dinilai telah menunjukkan konsistensinya dalam mendorong pemberdayaan perempuan melalui berbagai program di bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan. Program-program tersebut tidak hanya menyasar peningkatan kapasitas individu perempuan, tetapi juga berdampak luas bagi kesejahteraan keluarga dan masyarakat.

 

Baca Juga: Konsep No One Left Behind dan Syubbanul Yaum Rijalul Ghod Ala LaNyalla, Tepat untuk DPD RI

Di usia yang ke-80 ini, Lia berharap Muslimat NU semakin solid dan adaptif dalam menghadapi perkembangan zaman. Ia juga mendorong agar organisasi ini terus menguatkan peran perempuan sebagai agen perubahan yang mampu membawa kemajuan, kesejahteraan, serta menjaga nilai-nilai keislaman yang moderat di Indonesia.

 

“Semoga Muslimat NU terus menjadi inspirasi dan garda terdepan dalam membangun perempuan Indonesia yang tangguh dan berdaya saing,” tutupnya.

Editor : Redaksi

abadinews.id horizontal

Berita Lainnya

abadinews.id horizontal