Polres Gresik Hadirkan SIM Santri "TRENDI" Layanan Khusus Selama Ramadan 1447 H

avatar abadinews.id

abadinews.id,Gresik – Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendukung ketertiban berlalu lintas di kalangan generasi muda pesantren, Satuan Lalu Lintas Polres Gresik menghadirkan inovasi bertajuk **SIM Santri Trendi (Taat dan Tertib dalam Mengemudi) selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Program ini merupakan bentuk pelayanan adaptif kepolisian yang dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan para santri di tengah padatnya aktivitas keagamaan selama Ramadan. Melalui layanan ini, permohonan baru SIM A dan SIM C dibuka secara khusus setiap hari Jumat selama bulan Ramadan, dengan mekanisme yang tetap mengedepankan standar prosedur resmi yang berlaku.

Baca Juga: Satlantas polres Gresik Rangkul Driver Ojol dalam Operasi Keselamatan Semeru

Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Nur Arifin, menegaskan bahwa inovasi ini lahir dari kepedulian terhadap dinamika sosial masyarakat Gresik yang identik dengan kehidupan pesantren.

“Ramadan adalah momentum ibadah yang sangat padat bagi para santri. Aktivitas mereka sejak dini hari hingga malam hari terisi dengan mengaji, tadarus, kajian kitab, dan ibadah lainnya. Kami memahami kondisi tersebut, sehingga menghadirkan pelayanan yang menyesuaikan kebutuhan mereka tanpa mengurangi kualitas dan standar penerbitan SIM,” ujarnya.

Sebagai wilayah yang dikenal luas sebagai Kota Wali, Kabupaten Gresik memiliki peran penting dalam sejarah penyebaran Islam di Indonesia. Kehidupan sosial masyarakatnya sangat erat dengan keberadaan pondok pesantren yang tersebar di berbagai kecamatan.

Data dari Kementerian Agama mencatat lebih dari 209 pondok pesantren berdiri di wilayah ini, dengan ribuan santri yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka tidak hanya menempuh pendidikan agama, tetapi juga menjadi bagian aktif dari mobilitas sosial dan ekonomi daerah.

Namun, ketika Ramadan tiba, ritme kehidupan para santri berubah signifikan. Jadwal belajar bertambah dengan kegiatan ibadah malam seperti tarawih, tadarus Al-Qur’an, hingga qiyamul lail. Kondisi tersebut kerap membuat mereka kesulitan meluangkan waktu untuk mengurus administrasi, termasuk pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM).

Melihat realitas tersebut, Polres Gresik yang berada di bawah naungan Polda Jawa Timur berinisiatif menghadirkan pelayanan yang lebih fleksibel, namun tetap profesional dan akuntabel.

Salah satu keunggulan program SIM Santri Trendi adalah sifatnya yang inklusif. Layanan ini tidak membatasi pemohon hanya bagi santri ber-KTP Gresik.Ketentuan layanan meliputi Terbuka secara nasional,bagi santri dengan KTP dari wilayah mana pun di Indonesia.cukup dengan menunjukkan Kartu Santri atau kartu identitas pondok yang masih aktif.

permohonan baru SIM A (kendaraan roda empat) dan SIM C (kendaraan roda dua).Kebijakan ini memberikan kesempatan yang sama bagi santri perantauan untuk memperoleh legalitas berkendara secara sah dan sesuai aturan.

Meski memberikan kemudahan akses waktu dan administratif, pihak kepolisian menegaskan bahwa tidak ada dispensasi dalam aspek kompetensi dan kelayakan berkendara.

Baca Juga: Operasi Keselamatan Semeru 2026, Polres Gresik Fokuskan Ambulance Road Safety

Hal ini menjadi komitmen bahwa predikat “Trendi” bukan sekadar akronim, melainkan cerminan santri yang benar-benar taat aturan dan tertib berlalu lintas.Program SIM Santri Trendi sejatinya menjadi jembatan antara dua ruang pembentukan karakter: pesantren dan jalan raya.

 

Di lingkungan pesantren, kedisiplinan dibangun melalui kepatuhan terhadap tata tertib, ketekunan dalam mengkaji ilmu, serta pembiasaan akhlak yang baik. Nilai-nilai tersebut selaras dengan budaya tertib berlalu lintas yang menuntut kesadaran, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap aturan.

Melalui inovasi ini, kepolisian berharap para santri dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, sekaligus contoh bagi generasi muda lainnya dalam mematuhi hukum.

Kehadiran SIM Santri Trendi juga menjadi bagian dari transformasi pelayanan publik Polri yang semakin humanis, responsif, dan berbasis kebutuhan masyarakat. Ramadan dijadikan momentum untuk memperkuat kedekatan antara kepolisian dan komunitas pesantren.

Baca Juga: Satlantas polres Gresik Gencarkan Edukasi Keselamatan, Pengguna Jalan Tertib Dapat Cokelat

 

Dengan pendekatan yang persuasif dan edukatif, diharapkan kesadaran berlalu lintas dapat tumbuh tidak hanya karena kewajiban hukum, tetapi juga sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan sosial.

 

Ramadan pun tidak hanya dimaknai sebagai bulan peningkatan ibadah spiritual, tetapi juga sebagai momentum memperkuat budaya disiplin dan keselamatan di setiap ruas jalan.

Melalui program ini, Polres Gresik berharap para santri mampu menjadi generasi yang unggul secara spiritual, intelektual, dan sosial—serta menjadi duta keselamatan berlalu lintas di tengah masyarakat.(Red)

Editor : Redaksi

abadinews.id horizontal

Berita Lainnya

abadinews.id horizontal