Ketua KONI Surabaya: Kompetisi Domino Modern Minim Stigma Negatif

Reporter : Dani

abadinews.id, Surabaya - Ketua KONI Surabaya Arderio Hukom menyampaikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan turnamen domino yang digelar di pusat perbelanjaan pada saat menghadiri acara Federasi Olahraga Domino Indonesia Kota Surabaya yang berada di bawah naungan Pengurus Besar Olahraga Domino Indonesia (PB ORADO) menggelar Kejuaraan Cabang (Kejurcab) tingkat kota.Minggu (29/3/26) Bertempat di Mall Ciputra world.

 

Baca juga: “Polres Jombang Raih Juara Umum Kejurda INKANAS Jatim 2026 Piala Kapolda”

Menurutnya, kegiatan ini menunjukkan bahwa animo masyarakat terhadap olahraga domino sangat luar biasa dan terus berkembang di berbagai kalangan.

 

 

 

Ia menilai, kehadiran domino di dalam mal menjadi langkah positif dalam mengangkat citra permainan ini. Selama ini, domino kerap identik dengan aktivitas di ruang-ruang informal seperti pos kamling atau lingkungan masyarakat. Namun dengan dibawanya ke ruang publik yang lebih modern dan representatif, domino terbukti mampu menarik minat masyarakat luas, sekaligus memberikan kenyamanan bagi para peserta.

 

“Ini menunjukkan bahwa domino bukan hanya permainan tradisional yang dimainkan di ruang terbatas, tetapi juga bisa dinikmati di tempat yang lebih profesional seperti mal. Hari ini kita lihat sendiri, peserta datang dan bermain dengan nyaman. Ini tentu akan berdampak pada peningkatan kualitas permainan,” ujarnya.

 

Baca juga: Kejurda Karate INKANAS Piala Kapolda Jatim 2026 Jadi Jalur Menuju Kejurnas FORKI

Terkait stigma yang kerap melekat pada permainan domino, ia mengakui bahwa masih ada anggapan yang mengaitkannya dengan praktik perjudian. Namun, ia menegaskan bahwa hal tersebut dapat diminimalisir melalui penyelenggaraan yang profesional dan terstruktur. Dengan adanya papan pertandingan khusus, sistem penilaian yang jelas, serta kehadiran juri, peluang terjadinya praktik yang menyimpang dinilai sangat kecil.

 

“Semua olahraga pada dasarnya bisa saja dikaitkan dengan hal negatif, termasuk domino. Tapi dengan semangat masyarakat Surabaya yang luar biasa, ditambah sistem pertandingan yang tertata rapi dan diawasi juri, saya rasa peluang ke arah sana sangat kecil,” tegasnya.

 

Ia juga optimistis bahwa penyelenggaraan kompetisi seperti ini dapat membawa domino ke arah yang lebih baik dan lebih profesional ke depannya. Selain meningkatkan kualitas permainan, turnamen juga menjadi wadah untuk melahirkan atlet-atlet baru yang potensial.

Baca juga: IMI Surabaya Gelar Latihan Bersama dan Seleksi Atlet, Upaya memberi ruang untuk pembalap Liar

 

Ke depan, ia berharap kegiatan serupa tidak hanya digelar di pusat perbelanjaan, tetapi juga terus dikembangkan hingga ke tingkat akar rumput di masyarakat. Dengan semakin banyaknya kompetisi yang diselenggarakan, maka peluang untuk menjaring dan membina atlet domino akan semakin besar.

 

“Harapannya kegiatan seperti ini tidak berhenti di mal saja, tetapi juga kembali ke masyarakat. Semakin banyak yang bermain dan berkompetisi, tentu akan semakin banyak atlet yang lahir,” pungkasnya.(Red)

 

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru