YBM PLN UIP JBTB Dorong Kemandirian Pakan Lele, KUC Faster Bangkit Lagi

Reporter : Dani

SIDOARJO,abadinews.id – Harapan baru muncul bagi para pembudidaya lele di Desa Bungurasih, Kecamatan Waru. Setelah sempat vakum selama setahun akibat mahalnya harga pakan, Kelompok Usaha Cahaya (KUC) Faster kini kembali bangkit. Momentum itu ditandai dengan Launching KUC Faster yang digelar bertepatan dengan Hari Listrik Nasional 2025.

 

Baca juga: PLN Siaga Penuh Jaga Keandalan Listrik Saat Sholat Idulfitri 1447 H di Berbagai Daerah di Jawa Timur

Acara berlangsung hangat dengan kehadiran kelompok usaha, perangkat desa, serta pengurus YBM PLN UIP JBTB. Suasana semakin khidmat ketika Moch. Salim Rosadi, Ketua KUC Faster, membuka kegiatan dengan doa bersama agar usaha mereka kembali lancar dan membawa berkah.

 

Kisah jatuh bangun peternak lele memang bukan hal baru. Salah satu anggota kelompok, Muchammad Tudjianto, mengungkapkan betapa beratnya bertahan di tengah naiknya harga pakan.

“Secara hitungan sederhana, modal lima juta bisa jadi sepuluh juta. Tapi di lapangan, pakan jadi kendala nyata. Terima kasih kepada YBM PLN UIP JBTB yang telah memberi kami kesempatan untuk bangkit kembali,” ujarnya penuh semangat.

 

Dalam kesempatan itu, YBM PLN UIP JBTB memberikan bantuan modal tambahan serta pendampingan produksi pakan mandiri. Program ini turut berkolaborasi dengan Fakultas Ketahanan Pangan (FKP) UNESA, yang siap mendukung pengembangan teknologi pakan murah dan berkualitas.

Baca juga: PLN UID Jawa Timur Perkuat Sinergi dengan Media melalui Buka Puasa di Bulan Ramadhan 1447 Hijriyah

 

Ketua YBM PLN UIP JBTB, Gesmulyadi Qodri, berharap bantuan ini membawa manfaat luas.

“Mudah-mudahan apa yang kami berikan menjadi berkah. Tujuannya agar kelompok usaha bisa bertahan di tengah badai mahalnya pakan lele. Kami akan mendampingi agar mereka bisa mandiri pakan, bahkan ke depan bisa mematenkan produknya,” jelasnya.

 

Baca juga: Jelang Ramadan–Idulfitri 1447 H, PLN UID Jatim Pastikan Pasokan Listrik Aman

Ia juga menegaskan bahwa program ini merupakan wujud kolaborasi pentahelix melibatkan akademisi, pemerintah desa, kelompok masyarakat, dan media untuk bersama-sama memperkuat ekonomi lokal.

“Semoga kolaborasi ini terus istiqamah dan memberi dampak positif bagi masyarakat,” tambahnya.

 

Dengan semangat baru, KUC Faster diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi kelompok usaha lain di bawah binaan YBM PLN. Saling berkolaborasi dan melengkapi, agar bersama-sama membawa manfaat bagi banyak pihak.(Red)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru